Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan


Assalamualaikum Wr, Wb.

Oke kembali lagi dengan Saya Adelwin. Pada kesempatan ini saya ingin membagikan perihal apa itu Encaptulation & Descaptulation Layer.


Sebelum menerangkan Encaptulation & Descaptulation, kita harus tau terlebih dahulu bahwasannya pada TCP/IP ataupun pada OSI Layer itu ada proses Enscaptulation & Descaptulation, yang mana hal tersebut bisa di analogikan dengan membungkus dan membuka sebuah paket.


Ketika data dikirim, proses Encapsulation terjadi — yaitu data dari aplikasi dibungkus lapis demi lapis sesuai dengan urutan layer OSI atau TCP/IP.
Sebaliknya, ketika data diterima, terjadi proses Decapsulation, di mana data tersebut dibuka lapis demi lapis sampai akhirnya bisa dipahami oleh aplikasi penerima.


ENSCAPTULATION

Nah, setelah kita paham gambaran besarnya, sekarang kita masuk ke bagaimana proses Encapsulation itu terjadi di dalam OSI Layer.
Jadi, pada saat data dikirim oleh sebuah perangkat, data tersebut akan melewati setiap layer dari atas ke bawah, mulai dari Application Layer sampai ke Physical Layer.
Yang perlu diketahui juga, bahwa setiap layer memiliki PDU (Protocol Data Unit) masing-masing.
PDU ini adalah nama dari data pada setiap lapisan. Jadi bentuk datanya sama-sama “data”, tapi namanya berubah sesuai lapisannya.

Selain itu, pada proses Encapsulation, setiap layer akan menambahkan header(kepala paket) dan bahkan ada yang menambahkan trailer(ekor paket) juga sebelum data dikirim ke layer berikutnya.
Header inilah yang berisi informasi penting agar data bisa dikirim dengan benar dan sampai ke tujuan.

Secara alurnya kurang lebih seperti ini:

  • Application, Presentation, dan Session Layer
    Data masih berupa Data biasa karena ketiga layer ini tidak mengubah bentuknya.
    Data dari aplikasi (misalnya HTTP request) turun ke bawah untuk diproses lebih lanjut.

  • Transport Layer
    Di sini data dibungkus menjadi Segment (kalau pakai TCP) atau Datagram (kalau pakai UDP).
    Layer ini menambahkan header yang berisi port sumber, port tujuan, serta kontrol lainnya.

  • Network Layer
    Data kemudian dibungkus lagi menjadi Packet.
    Di layer ini ditambahkan header berisi IP Address sumber dan tujuan, sehingga paket tahu ke mana harus pergi.

  • Data Link Layer
    Packet akan dibungkus menjadi Frame.
    Data Link menambahkan header (dan juga trailer) berisi MAC Address sumber dan tujuan.

  • Physical Layer
    Layer terakhir ini mengubah frame menjadi bit (0 dan 1) dan mengirimkannya melalui kabel atau media fisik lainnya.

Nah, dari atas sampai bawah itulah yang disebut proses Encapsulation: data dibungkus, ditambah header, lalu dikirim ke perangkat tujuan.

DECAPTULATION

Nahh kalau tadi kita sudah membahas bagaimana data itu dibungkus(Encaptulation) lapis demi lapis pada sisi pengirim, maka proses berikutnya adalah membuka bungkusannya kembali pada sisi penerima yaitu dinamakan Decapsulation.

Pada decapsulation ini, data yang datang dari jaringan akan melewati layer OSI dari bawah ke atas, dimulai dari Physical Layer sampai kembali ke Application Layer.
Setiap layer akan membaca, memeriksa, lalu melepas header (atau trailer) yang sebelumnya ditambahkan saat proses encapsulation.


Secara alur, prosesnya seperti ini:

  • Physical Layer
    Data diterima dalam bentuk bit (0 dan 1). Layer ini hanya bertugas menangkap sinyal dari media fisik dan meneruskannya ke layer di atas.

  • Data Link Layer
    Bit-bit tersebut disusun kembali menjadi sebuah Frame.
    Pada tahap ini, Data Link Layer akan memeriksa trailer (seperti FCS) untuk mendeteksi error, lalu membuang header dan trailer miliknya sebelum diteruskan ke layer berikutnya.

  • Network Layer
    Setelah header Data Link dilepas, data akan muncul kembali sebagai Packet.
    Network Layer memeriksa alamat IP tujuan untuk memastikan paket tersebut benar-benar ditujukan ke perangkat ini. Setelah itu, header IP dilepas dan datanya diteruskan ke Transport Layer.

  • Transport Layer
    Di layer ini packet diubah kembali menjadi Segment.
    Transport Layer memeriksa informasi seperti port tujuan, urutan segmen, serta manajemen koneksi (kalau TCP). Setelah semua valid, header Transport dilepas dan datanya diteruskan ke atas.

  • Session Layer
    Segmen yang sudah bersih masuk ke Session Layer yang mengatur sesi atau komunikasi antar aplikasi.
    Layer ini memastikan bahwa sesi komunikasi tetap sinkron dan berkelanjutan sebelum diteruskan ke layer selanjutnya.

  • Presentation Layer
    Data yang masuk akan dikonversi atau didekode (decode) sesuai format aslinya, misalnya dekripsi atau dekompresi jika diperlukan.
    Setelah itu datanya siap diberikan ke Application Layer.

  • Application Layer
    Inilah tahap akhir, di mana data yang sudah bersih sepenuhnya ditampilkan kepada aplikasi pengguna.
    Misalnya halaman web muncul di browser, pesan chat muncul di layar, atau file yang kamu unduh akhirnya tersimpan.

Jadi, Decapsulation ini adalah proses membuka bungkusan paket data kembali ke bentuk aslinya, dimulai dari Physical Layer hingga akhirnya bisa diproses oleh aplikasi.

Nahh, dengan memahami Encapsulation dan Decapsulation, kita jadi bisa melihat bagaimana data itu benar-benar “berjalan” dan “diproses” pada setiap lapisan OSI mulai dari dikemas, dikirim, diterima, sampai akhirnya ditampilkan kembali ke pengguna.


Kalau secara gambar kurang lebih seperti ini alurnya :


Oke mungkin itu saja yang dapat saya berikan/sampaikan. Nantikan artikel artikel saya berikutnya seputar IT terutama di bidang Networking.... Sekian Terimakasih, Wassalamualaikum Wr, Wb.

 Assalamualaikum Wr, Wb...

Halo teman-teman! Bertemu lagi dengan saya, Adelwin. Wauu, sudah lama banget ya saya nggak update artikel di blog ini, hehehe.
InsyaAllah kedepannya saya akan kembali aktif berbagi tulisan di sini. Tujuannya saya ingin mempresentasikan ilmu yang sedang saya pelajari, sebagai bukti apakah saya benar-benar sudah paham atau belum, mwehehe 😄

Jadi, kalau teman-teman punya saran, kritik, atau mungkin masih ada yang bingung dengan pembahasan saya, boleh banget tulis di kolom komentar ya! Biar saya juga bisa terus evaluasi dan belajar bareng kalian.



Oke baik langsung saja ke pembahasannya yaitu mulai dari OSI Layer...

OSI LAYER

Osi Layer(Open System Interconnection) sendiri adalah sebuah networking model untuk komunikasi antar perangkat, dan networking model tersebut(OSI layer) dijadikan sebuah  untuk standarisasi berkomunikasi antar vendor(seperti Cisco, Mikrotik, Huwawei, dll).

Kita perlu melihat sejarah. Dulu, setiap vendor jaringan punya "bahasanya" sendiri—seperti IBM dengan System Network Architecture (SNA). Akibatnya, perangkat dari vendor A sulit, bahkan mustahil, berbicara dengan perangkat dari vendor B.


dengan adanya OSI Layer inilah yang hadir sebagai "penerjemah" dan dijadikan standarisasi di semua vendor untuk bisa saling berkomunikasi.

Oke, setelah kita tahu peran besarnya sebagai standarisasi, mari kita bedah inti dari model ini. OSI Layer terdiri dari tujuh lapisan (layer) yang punya tugas spesifik dan berurutan. Untuk mempermudah pemahaman, ketujuh layer ini sering dibagi menjadi dua kelompok besar: Layer Atas (Application Set) dan Layer Bawah (Data Transport Set).

Layer atas :

  • Application Layer (Lapisan 7)
  • Presentation Layer (Lapisan 6)
  • Session Layer (Lapisan 5)'
Layer Bawah :
  • Transport Layer (Lapisan 4)
  • Network Layer (Lapisan 3)
  • Data Link Layer (Lapisan 2)
  • Physical Layer (Lapisan 1)

Oke kita mulai dari lapisan yang paling atas yaitu Application Layer.

1. Application Layer

Application Layer adalah lapisan yang paling dekat dengan pengguna. Tugas utamanya adalah menjembatani interaksi antara aplikasi (software) dengan jaringan. Lapisan ini menyediakan layanan agar aplikasi dapat mengakses sumber daya jaringan.

Contohnya ketika kita mengakses sebuah web server (website seperti facebook, instagram, dll), kita berinteraksi dengan Application Layer. Protokol seperti HTTP atau HTTPS digunakan untuk mengirim permintaan (request) dari client (browser Anda) dan menerima respons dari server, sehingga halaman web bisa ditampilkan.

Protokol yang digunakan di Application Layer antara lain HTTP, HTTPS, FTP, SMTP, dan lain-lain.


2. Presentation Layer

Presentation Layer bisa dibilang sebagai penerjemah data antar sistem.
Tugas utamanya adalah memastikan data yang dikirim oleh Application Layer di satu perangkat dapat dipahami dan diproses oleh Application Layer di perangkat tujuan.

Lapisan ini juga bertanggung jawab atas enkripsi, dekripsi, kompresi, dan format data agar bisa ditampilkan dengan benar.
Contohnya seperti file atau format data JPG, PNG, HTML, MP4, dan JSON.


3. Session Layer

Session Layer bertugas untuk membangun, memelihara, dan mengakhiri sesi komunikasi antara dua perangkat.
Lapisan ini mengatur kapan koneksi dimulai, berapa lama berlangsung, serta bagaimana koneksi diakhiri dengan aman.

Contohnya, ketika kamu sedang melakukan panggilan video atau login ke sebuah server, Session Layer memastikan sesi komunikasi tetap aktif dan stabil selama proses berlangsung.


4. Transport Layer

Transport Layer berfungsi untuk mengatur jalannya data dari pengirim ke penerima agar sampai dengan benar dan berurutan.
Lapisan ini juga menentukan apakah komunikasi akan dilakukan secara connection-oriented (dengan koneksi tetap) atau connectionless (tanpa koneksi tetap).

Protokol yang paling dikenal di lapisan ini adalah TCP (Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protocol).

  • TCP menjamin data dikirim dengan urutan yang benar dan tanpa kehilangan (contohnya saat mengakses web, email, atau FTP).

  • UDP lebih cepat tapi tidak menjamin keutuhan data (contohnya pada video streaming atau game online).

Intinya, Transport Layer bertugas memastikan data yang dikirim sampai ke tujuan dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan aplikasinya.


5. Network Layer

Network Layer bertanggung jawab untuk mengatur alamat dan jalur pengiriman data antar jaringan.
Di sinilah konsep IP address (alamat logis) bekerja. Lapisan ini juga menentukan rute terbaik (routing) agar paket data bisa sampai ke tujuan dengan efisien.

Contohnya, ketika kamu mengirim pesan dari komputer di Tangerang ke server di Jakarta, Network Layer menentukan jalur mana yang akan dilewati paket tersebut.

Protokol yang umum di lapisan ini antara lain:
IP (IPv4/IPv6), ICMP, ARP, dan OSPF.


6. Data Link Layer

Data Link Layer bekerja untuk mengirimkan data dari satu perangkat ke perangkat lain dalam satu jaringan lokal (LAN).
Lapisan ini memastikan bahwa data bebas dari kesalahan saat dikirim melalui media fisik seperti kabel atau Wi-Fi.

Di layer ini juga terdapat alamat fisik yang disebut MAC Address, dan proses framing (pembungkusan data) dilakukan di sini.

Contoh protokol yang digunakan di lapisan ini antara lain:
Ethernet, PPP, dan Frame Relay.


7. Physical Layer

Physical Layer adalah lapisan paling bawah dari model OSI.
Lapisan ini berurusan langsung dengan media transmisi fisik, seperti kabel tembaga, serat optik, sinyal listrik, maupun gelombang radio.

Di sinilah data benar-benar dikirim dalam bentuk bit (0 dan 1).
Jadi, semua konektor, kabel, port, dan perangkat keras seperti switch, hub, serta repeater bekerja di lapisan ini.

Oke, setelah kita membahas OSI Layer kita lanjut ke pembahasan TCP/IP.


MODEL TCP/IP

TCP/IP ini bisa dibilang sebagai generasi penerus dari OSI Layer.
Model OSI lebih bersifat teoiritis digunakan untuk pembelajaran saja untuk menjelaskan konsep dan proses komunikasi data antar perangkat.

Sedangkan model TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol) adalah implementasi nyata yang benar-benar digunakan pada jaringan komputer dan internet saat ini.


Dengan kata lain, TCP/IP adalah versi praktis dari konsep OSI.
Karena sifatnya lebih sederhana dan efisien, semua komunikasi jaringan modern termasuk internet saat ini berdasarkan pada model TCP/IP, bukan OSI lagi.

Back to history Model TCP/IP ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) pada tahun 1970-an sebagai dasar untuk jaringan ARPANET, yang kemudian menjadi cikal bakal internet.

Model ini memiliki 4 lapisan utama, yang masing-masing memiliki fungsi hampir mirip dengan OSI Layer, hanya saja beberapa lapisan digabung untuk memudahkan implementasi.

1. Application Layer

Lapisan ini menggabungkan tiga lapisan paling atas dari OSI (Application, Presentation, dan Session).
Application Layer bertugas untuk menyediakan layanan jaringan langsung kepada pengguna atau aplikasi seperti browser, email client, dan sebagainya.

Contohnya, ketika kita membuka sebuah situs web, browser menggunakan protokol HTTP atau HTTPS untuk mengakses data dari server.
Selain itu, terdapat juga protokol lain seperti FTP, SMTP, POP3, DNS, dan lain-lain yang bekerja di lapisan ini.


2. Transport Layer

Transport Layer berfungsi untuk mengatur komunikasi antara dua perangkat host.
Lapisan ini memastikan data dikirim dari aplikasi pengirim ke aplikasi penerima dengan benar dan sesuai urutan.

Dua protokol utama di lapisan ini adalah:

  • TCP (Transmission Control Protocol) → menjamin data dikirim dengan keandalan tinggi dan berurutan.

  • UDP (User Datagram Protocol) → lebih cepat, tetapi tidak menjamin keutuhan data.


3. Internet Layer

Internet Layer bertanggung jawab untuk pengalamatan dan pengiriman paket data antar jaringan.
Di sini digunakan IP (Internet Protocol) sebagai identitas logis setiap perangkat di jaringan.
Lapisan ini juga menentukan jalur yang akan ditempuh oleh paket agar sampai ke tujuan, mirip dengan fungsi Network Layer pada OSI.

Protokol yang digunakan di sini antara lain:
IP, ICMP, ARP, dan RARP.


4. Network Access Layer

Lapisan ini merupakan lapisan paling bawah dalam model TCP/IP, yang mengatur bagaimana data dikirim melalui media fisik seperti kabel, fiber, atau gelombang radio.
Lapisan ini juga menangani komunikasi antar perangkat dalam jaringan lokal (LAN) dan bertanggung jawab atas pengalamatan fisik menggunakan MAC Address.

Lapisan ini merupakan gabungan dari Data Link Layer dan Physical Layer pada model OSI.


Cara Kerja OSI Layer dan TCP/IP

Baik model OSI Layer maupun TCP/IP, keduanya menggambarkan bagaimana data dikirim dari satu perangkat ke perangkat lain melalui jaringan.
Walaupun jumlah lapisannya berbeda, prinsip kerjanya hampir sama, yaitu data akan melewati setiap lapisan dari atas ke bawah saat dikirim, dan dari bawah ke atas saat diterima.

Secara sederhana, proses kerjanya bisa dijelaskan seperti berikut:

  1. Dari sisi pengirim (sender), data berasal dari aplikasi — misalnya ketika kita mengirim pesan, membuka web, atau mengirim file.
    Data tersebut kemudian melewati setiap lapisan secara bertahap:

    • Di Application Layer, data dibuat oleh aplikasi (misalnya HTTP untuk web).

    • Di Transport Layer, data dipecah menjadi segmen dan diberi nomor urut agar bisa disusun kembali saat diterima.

    • Di Network Layer, setiap segmen diberi alamat IP tujuan agar tahu ke mana harus dikirim.

    • Di Data Link/Network Access Layer, data dibungkus menjadi frame dan diberi alamat MAC agar bisa dikirim ke perangkat berikutnya melalui media fisik.

    • Di Physical Layer, data dikirim dalam bentuk sinyal listrik, cahaya, atau gelombang radio.

  2. Di sisi penerima (receiver), prosesnya terjadi kebalikan dari pengirim.

    • Physical Layer menerima sinyal dari media fisik.

    • Data Link Layer memastikan frame diterima dengan benar dan mengekstrak datanya.

    • Network Layer memeriksa alamat IP untuk memastikan data sampai ke tujuan yang benar.

    • Transport Layer menyusun kembali segmen menjadi data utuh.

    • Dan terakhir, Application Layer menampilkan hasilnya ke aplikasi pengguna, seperti halaman web di browser atau pesan yang muncul di layar.

Dengan cara kerja berlapis seperti ini, setiap lapisan hanya fokus pada tugasnya masing-masing, namun tetap bekerja sama agar komunikasi antar perangkat bisa berjalan dengan lancar.
Inilah yang membuat konsep model berlapis (layered model) menjadi dasar dari semua sistem komunikasi jaringan modern.


 

  1. PENGENALAN JARINGAN KOMPUTER

Secara sederhana fungsi dari komputer network adalah mempermudah kita untuk sharing informasi, contohnya dalam gambar ini.



Nah disitu bisa di lihat ada beberapa perangkat seperti Laptop, komputer, Printer, dan HP itu sama sama terhubung ke Router.

Nah ketika semua device(perangkat) sudah terhubung ke Router maka semuanya sudah termasuk dalam jaringan komputer.

Nah kalo sudah membentuk Jaringan komputer, maka mereka semua sudah bisa saling bertukar informasi.

Fungsinya apa? kita back dulu ke histrory(sejarah),,, jadi dulu anggap saja ada sebuah ruangan dan dalam ruangan itu ada sebuah komputer, misal ada 6 komputer, dan juga misal ada orang yang ingin mengeprint dokument atau apa gitu,,,,

nah ngeprint itu harus membutuhkan printer, dan printer itu harus di hubungkan dengan komputernya, jadi satu komputer hanya bisa untuk satu printer,,,, berbeda lagi kalo sudah ada jaringan komputer,,,

jikalau printernya itu di hubungkan ke router, dan juga pcnya juga terhubung ke router maka nanti ngga perlu satu printer satu komputer,,,, mau puluhan komputer atau ratusan komputer pun bisa kalo semisal mau ngeprint ke printer, dikarenakan apa? karena semuanya sudah terhubung ke jaringan komputer. Nah itulah keuntungan dari jaringan komputer itu sendiri.

Fungsi lainnya apakah ada bang win? Ada… yaitu sharing data, contohnya dulu ataupun sampe sekarang kita kalau sharing data itu menggunakan flashdisk dari suatu komputer ke komputer lain.

misal contoh di wisma ini kalo pengen sharing data ke teman kita yang ada di bawah/ranjang, nah kalo pake flashdisk kan kita harus bawa dulu ke bawah flashdisknya kebawah baru bisa di dapatkan data yang di sharing.

dengan cara itu kurang efisien, dengan adanya jaringan komputer… ketika komputer yang di kelas ini dan komputer yang di bawah/ranjang itu sama sama terhubung ke jaringan(router) yang sama, maka nanti akan bisa saling sharing data langsung tanpa perlu kita cabut colok flashdisk dan turun kebawah.

Dan juga sharing datanya itu bisa langsung ke beberapa orang dalam jaringan, ngga hanya bisa sharing data ke satu orang doang…

Dan selain itu, semua orang termasuk temen temen yang ada disini itu sudah pasti menggunakan jaringan komputer, contohnya dari handphone temen temen itu sedang membuka instagram, atau facebook. Nah ketika temen2 itu membuka fb/ig itu sebenernya sudah memanfaatkan jaringan komputer.

Lah kenapa kok bisa gitu bang win?

Nah kenapa bisa demikian, Karena handphone temen2 itu connect ke router menggunakan wifi ataupun kartu sim, kemudian router itu terhubung ke ISP(Internet Service Provider) (penyedia jasa internet) nah dari ISP itulah terhubung ke internet yang sangat luas sekali, nah di suatu internet tersebut terdapat Servernya facebook yang juga terhubung ke internet.

Jadi flownya dari hendphone temen2 —> router —> ISP —> internet —> akan sampai ke server facebook

Nah situlah kita bisa lihat, dan mungkin yang baru ngerti tidak sadar kalau sehari hari kita sudah memanfaatkan yang namanya jaringan komputer.

 


A. PENDAHULUAN

  • Pengertian

DI hari ini saya dan teman teman mengerjakan PTSA, sebagai persiapan untuk mengerjakan final exam PTSA. Dan perlu anda ketahui kalau soal PTSA ini merujuk sebagian besar ke teknis, jadi pelaksanaannya dengan menggunakan aplikasi cisco packet tracer.

di PTSA ini mencangkup konfigurasi ssh, telnet, dhcp, vlan, vtp, dan lain lain


  • Latar Belakang Masalah

Sebagai latihan sebelum mengerjakan PTSA finnal exam nanti


B. MAKSUD DAN TUJUAN

Agar mendapatkan gambaran mengenai soal PTSA Finnal exam nanti dan bisa mendapatkan nilai yang bagus


C. BATASAN DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN

 Mengerjakan Exam yang masih retake
 Memulai untuk mengerjakan PTSA

D. TARGET DAN HASIL YANG DIHARAPKAN

Mengerti/paham dan bisa menyelesaikan PTSA finnal exam nanti dengan nilai yang bagus.

 

E.METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

- Mengerjakan module-module yang masih retake

- mengerjakan Praktis PTSA

- Bertanya hal yang tidak paham/di bingungkan


F. ALAT DAN BAHAN

- Seperangkat alat Laptop

- Koneksi internet

- Cisco packet tracer


G. TARGET WAKTU

21.00 - 03.00

H. TAHAPAN PELAKSANAAN

- Brieffering

- Mulai untuk mengerjakan exam yang masih retake

- Setelah selesai mengerjakan Exam yang masih retake, saya langsung mengerjakan Ptsa praktis


I. TEMUAN PERMASALAHAN SERTA CARA PENYELESAIAN MASALAHNYA.

-

J. KESIMPULAN YANG DIDAPATKAN

-

K. REFERENSI

- Module netess

- Trainer dari Bestpath-Network

 

 

  

 

 

 


 

A. PENDAHULUAN

  • Pengertian

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang di pakai untuk memudahkan penyebaran alamat ip ( internet protocol ) secara otomatis ke perangkat lainnya, jadi tidak usah menyetting satu-persatu antar device. Tanpa adanya DHCP ini, konfigurasi dilakukan secara manual pada setiap komputer supaya mendapatkan alamat IP yang berbeda. kan malah memakan banyak waktu, nah DHCP inilah yang memudahkan kita dalam mengonfigurasi ip secara mudah (otomatis)


  • Latar Belakang Masalah

Dikarenakan tanpa adanya DHCP ini maka konfigurasi di lakukan secara manual 


B. MAKSUD DAN TUJUAN

Agar memudahkan kita dalam menyetting konfigurasi ip dalam setiap device/komputer


C. BATASAN DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN

-Pengertian DHCP

-Dhcp Server

-Fungsi DHCP Server

- Cara kerja Dhcp server


D. TARGET DAN HASIL YANG DIHARAPKAN

Dapat menyetting/mengonfigurasi ip dari banyak komputer dengan waktu secara singkat


E.METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

-Mendengarkan Trainernya

-Bertanya

-Menulis

-Mencari referensi

-Exam


F. ALAT DAN BAHAN

- Laptop

- Koneksi internet

- Cisco Packet tracer


G. TARGET WAKTU

21.00 - 03.00

H. TAHAPAN PELAKSANAAN

 - Mendengarkan dan memahami dari penjelasan trainernya




> Pembahasan <


- Pengertian DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang di pakai untuk memudahkan penyebaran alamat ip ( internet protocol ) secara otomatis ke perangkat lainnya, jadi tidak usah menyetting satu-persatu antar device. Tanpa adanya DHCP ini, konfigurasi dilakukan secara manual pada setiap komputer supaya mendapatkan alamat IP yang berbeda. kan malah memakan banyak waktu, nah DHCP inilah yang memudahkan kita dalam mengonfigurasi ip secara mudah (otomatis)


- Perbedaan DHCP Server dan DHCP Client

DHCP server adalah sebuah perangkat yang bertugas untuk mengatur dan memberikan alamat IP secara otomatis kepada komputer client yang ada. Sementara itu, komputer /perangkat lain seperti handphone yang menerima alamat IP dari DHCP server di sebut DHCP client.


- Fungsi DHCP Server

1. Mengelola dan mendistribusikan alamat ip

2. Mencegah Ip Confict

3. Memperbarui Ip secara otomatis

4. Mendukung Penggunaan kembali alamat IP


- Cara kerja Dhcpv4

1. DHCPDISCOVER

Pada tahap pertama ini disebut sebagai tahap penemuan. Saat client terhubung dengan jaringan, client akan mencari DHCP server yang bekerja pada jaringan tersebut. Client akan mengirimkan pesan DHCPDISCOVER ke subnet jaringan  menggunakan alamat tujuan 255.255.255.255. Setelah ditemukan, client akan meminta alamat IP yang tersedia pada DHCP server. 


2. DHCPOFFER

Ketika DHCP server menerima pesan DHCPDISCOVER dari client, server akan membuat penawaran kepada dengan mengirim pesan DHCPOFFER ke client. Pesan tersebut berisi id client, alamat IP yang ditawarkan, subnet mask, durasi penggunaan, dan alamat IP DHCP server.


3. DHCPREQUEST

Setelah menerima penawaran dari DHCP server, client kemudian menyetujui penawaran yang diberikan dengan memberikan pesan DHCPREQUEST kepada server. Isi pesannya adalah meminta agar server meminjamkan salah satu IP address yang tersedia di kumpulan alamat IP DHCP. 


4. DHCPACK 

Pada tahap terakhir ini, setelah server menerima pesan permintaan dari client. Server akan mengirim pesan berupa paket DHCPACK kepada client. Paket ini berisi alamat IP, durasi sewa, dan informasi konfigurasi lain yang mungkin dibutuhkan client. 


I. TEMUAN PERMASALAHAN SERTA CARA PENYELESAIAN MASALAHNYA.

Temuan Permasalan : masih sering lupa perintah-perintah yang di gunakan untuk membuat ip dhcp 

solusi : Perbanyak literasi dan tanya kepada teman


J. KESIMPULAN YANG DIDAPATKAN

 Di saat mengonfigurasi ip address kita bisa mengonfigurasinya secara otomatins dengan DHCP ini. jadi kita tidak perlu mengonfigurasi ip address dengan manual kecuali dengan keperluan tertentu.


K. REFERENSI

-Modul Netess


 

A. PENDAHULUAN

  • Pengertian

Ip terbagi menjadi ip public dan ip private. ip public adalah ip yang harus kita miliki untuk terhubung dengan internet. sedangkan ip private digunakan untuk jaringan yang berskala 1 gedung ,1 sekolah atau satu kantor.

Selain itu ip juga terbagi menjadi ip classfull dan ip classless. ip classfull adalah ip yang menggunakan subnet-nya sendiri. dan ip classless bisa saja menggunakan subnet ip kelas lain dalam subnetnya.

Sedangkan vtp adalah sebuah protokol yang membuat switch server mentransfer konfigurasinya ke switch client


  • Latar Belakang Masalah

Saat ini kita telah kehabisan ipv4 yang artinya semua ip yang ada sudah digunakan . dan karena kekurangan alamat ip inilah, diperkenalkannya ip private yang dapat digunakan untuk jaringan komputer yang berskala lebih kecil.


B. MAKSUD DAN TUJUAN

Memahami dan dapat menentukan ip classfull dan classless, serta memahami dan menentulan ip kelas  A, kelas B dan kelas C

Selain itu kita juga melakukan lab untuk mengkonfig vtp


C. BATASAN DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN

- ip classfull dan ip classless

- Ip private dan ip public

- apa itu vtp

- nge-lab membuat vtp


D. TARGET DAN HASIL YANG DIHARAPKAN

- memahami ip public/private dan ip classfull/classless

- membuat vtp di cisco packet tracer


E.METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

mendengarkan dan mempraktikan penjelasan dari trainer


F. ALAT DAN BAHAN

- laptop

- cisco packet tracer

- Koneksi internet


G. TARGET WAKTU

21.00 - 03.00

H. TAHAPAN PELAKSANAAN

- Mendengarkan apa yang di jelaskan oleh trainer



> Pembahasan <

- ip classfull dan ip classless

ip memiliki kelasnya sendiri-sendiri. mulai dari kelas A sampai kelas E. dan masing-masing kelas memiliki range -nya sendiri-sendiri dan subnetnya sendiri-sendiri

=> kelas A =  0 - 126  , subnetnya 255.0.0.0

=> kelas B = 128 - 191 , subnetnya 255.255.0.0

=> kelas C = 192 - 223  , subnetnya 255,255,255,0

=> kelas D = 224 - 239  ,  -

=> kelas E = 240 - 254 ,   - 

jika ip kelas c menggunakan subnetnya sendiri, ip tersebut termasuk ip classfull, dan jika ip kelas C memakai subnet ip kelas A maka ip tersebut disebut dengan ip classless. begitu pula dengan ip kelas B yang memakai subnet kelas A . 

intinya ip classless adalah ip yang menggunakan subnet ip kelas lain.


- Ip private dan ip public

ip terbagi menjadi ip public dan ip private. ip public adalah ip yang harus kita miliki untuk terhubung dengan internet. sedangkan ip private digunakan untuk jaringan yang berskala 1 gedung ,1 sekolah atau satu kantor.

kita harus memiliki ip public untuk terhubung ke internet. karena ip private hanya menghubungkan jaringan komputer 1 kantor, 1 sekolah atau 1 gedung. dan belum bisa menyambungkan komputer tadi ke internet. oleh karena itu kita butuh ip public untuk terhubung ke internet.

ip private memiliki range-nya sendiri, yaitu :

kelas A = 10.0.0.0   -   10.255.255.255

kelas B = 172.16.0.0  -  172.31.255.255

kelas C = 192.168.0.0  -  192.168.255.255

ip yang termasuk ke dalam range diatas merupakan ip private, dan ip yang diluar range diatas adalah ip public.


- apa itu vtp

vtp merupakan kependekan dari vlan trunking protokol. protokol ini digunakan agar switch client memiliki konfigurasi yang sams dengan konfigurasi switch server. jadi saat kita ingin agar beberapa switch memiliki konfigurasi yang sama. kita bisa memakai vtp.


- nge-lab membuat vtp

untuk membuat vtp di cisco packet tracer. pertama kita harus :

1. menyiapkan 3 switch 


2. menghubungkan 3 switch tadi dengan kabel cross

3. setting switch 0 .ubah mode port yang terhubung ke switch 2 menjadi mode trunk. lalu buat vtp mode server dan vtp domain.


> en

#conf t

(config)# int fa0/1

(config-if)# switch mode trunk

(config-if)# exit

(config)# vtp mode server

Device mode already VTP SERVER.

(config)# vtp domain (terserah)


4. buat switch yang ditengah juga mode trunk di port yang terpasang ke switch 0 dan 2 dan buat vtp mode transparent sebagai jalan menuju switch client .dan juga jangan lupa buat domain yang sama dengan domain di switch 0


5. masuk ke interface di switch 2 dan buat interface ke mode trunk. lalu buat vtp client dan buat vtp domain yang sama dengan vtp domain yang sebelumnya.




6. untuk mengecek apakah vtp sudah berhasil coba buat vlan di switch server . jika vtp berhasil maka di switch client juga akan otomatis terbuat vlan yang sama. hal ini karena kongirasi vlan di switch server akan disalin dan digunakan di switch client.

switch server :


switch client :


mode transperent :


Nah di switch mode transperent/tengah ini tidak akan bisa melihat konfigurasi dari server, di karenakan mode transperent ini fungsinya sebagai penghantar

 

I. TEMUAN PERMASALAHAN SERTA CARA PENYELESAIAN MASALAHNYA.

Terdapat beberapa erorr karena domain vtp yang berbeda di setiap switch

=> solusinya : membuat vtp domain yang sama di switch server dan client


J. KESIMPULAN YANG DIDAPATKAN

- kita dapat menggunakan konfigurasi pada 1 switch ke beberapa switch lainnya , sehingga mereka memilik konfigurasi yang sama.

- dan untuk melaukukannya , kita harus membuat vtp dan domain vtp yang sama

 

K. REFERENSI

- penjelasan dari trainer cisco

- praktik membuat vtp di cisco packet tracer


 

A.PENDAHULUAN

  • Pengertian
IP Adress adalah serangkaian angka yang menjadi identitas perangkat yang terhubung ke internet atau jaringan yang lainnya. Fungsinya seperti nomor rumah pada alamat, yaitu untuk memastikan agar data yang dikirimkan sesuai dengan alamat yang tepat(perangkat yang tepat).

disetiap ip juga terdapat subnet. alias pembagian ip address. misalnya sekolah A memiliki subnet, lalu sekolah B memiliki subnet yang berbeda lagi. jadi, kita bisa membagi-bagi pengalamatan ip yang ada di dunia ini.

  • Latar Belakang Masalah

Dikarenakan jika ingin memperlajari tentang jaringan libih lanjut perlu menguasai dasar jaringan yang kuat terlebih dahulu


B.MAKSUD DAN TUJUAN

Agar memiliki dasar jaringan yang kuat dan yang di perlukan untuk masuk ke level berikutnya

C.BATASAN DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN

- Sturktur Alamat network

- Subnet

- Pembagian network di setiap subnet

- Menghitung SubnetMask

- Menghitung Jumlah Network

- Mengerjakan tugas Pka

 

D.TARGET DAN HASIL YANG DIHARAPKAN

Dapat menghitung banyak ip dalam satu network dalam prefix tertentu,mengkonversi desimal ke binnet dan binner ke desimal, Mengkonversi prefix ke desimal dan binner

E.METODE PELAKSANAAN

-Mendengarkan

-Bertanya

-Quizziz

-Mengerjakan PKA

F.ALAT DAN BAHAN

-Laptop

-Cisco packet tracer

-Koneksi internet



G.TARGET WAKTU

21.00-03.00

H.TAHAPAN PELAKSANAAN

- Mendengarkan dan memahami trainer menjelaskan


- Pembahasan

 

> struktur alamat ip <

Jika di ibaratkan rumah, network ip adalah nama jalan tempat rumah anda berada. dan host id adalah nomor rumah anda. dan di jalan ini bisa terdapat 1 atau lebih rumah yang sama. misalnya


Kita mempunyai ip 192.168.20.8

192.168.20 = itu adalah network

dan .8 adalah alamat ip rumah anda( device anda )


Dan di jalan tersebut bisa saja terdapat beberapa rumah, seperti :

192.168.20.6    192.168.10.7   192.168.10.8

  

> subnet <

ip diatas merupakan contoh ip yang masih berada dalam satu subnet. karena memiliki netwok id yang sama. jika diibaratkan rumah . rumah-rumah diatas masih berada di jalan yang sama. 

dan yang dimaksud ip yang berbeda subnet adalah rumah yang berada di jalan yang berbeda. seperti 192.168.10.11  dan  192.168.20.3  . ip tersebut berada di subnet yang berbeda karena network id nya berbeda.

di subneting terdiri dari beberapa kelas, seperti kelas A , kelas B, kelas C sampai dengan E. yang dicontohkan diatas merupakan ip kelas c yang host id nya berisi 8 byte dan network id 24 byte.

sedangkan kelas B memiliki 16 byte host id dan 16 byte network id. dan subnet kelas A memiliki 8 byte network id dan 24 byte host id. ip kelas A dan B sering digunakan dalam jaringan yang berskala besar dan luas. sedangkan kelas C digunakan untuk skala kantor atau sekolah.

di subneting juga ada yang namanya prefix atau jumlah bit yang nilainya 1 di subnetmask. jadi jika subnetmask di ip kita adalah 255.255.255.0 maka prefixnya adalah /24 karena jika angka diatas di konversi ke biner maka ada 24 bit yang nilainya 1.

 > pembagian network di setiap subnet <

disetiap juga terbagi beberapa network. defaultnya terdapat 1 network dalam 1 subnet. namun kita bisa menambahkannya dengan mensetting subnetnya. misalnya kita ingin membagi ip kelas c menjadi 4 network. didalam ip kelas c terdapat 256 ip yang dapat kita gunakan.

kita akan membagi 256 ip tersebut menjadi 4 maka hasilnya setiap network akan memiliki 64 ip yang dapat digunakan.jika kita membagi ip seperti ini subnet kita akan menjadi 255.255.255.192  . ditambah dengan prefix  /26.  

/26 berarti terdapat 26 bit yang valuenya 1. jadi 255.255.255.192 /26 jika diubah kebiner akan menjadi seperti berikut :  11111111 11111111 11111111 11000000

 > Menghitung SubnetMask < 

contoh :
    /23 : 11111111.11111111.11111110.00000000
            255      255      254      0
    note : /23 itu berarti angka satu nya berjumlah 23.
          11111111 : 128+64+32+16+8+4+2+1
          11111111 : 128+64+32+16+8+4+2+1
          11111110 : 128+64+32+16+8+4+2
          00000000 : 0

> Menghitung Jumlah Network <
Menghitung Jumlah Network
contoh :
/27
32-27 = 5
2 pangkat 5 = 32 Jumlah Host
           32-2 = 30 Jumlah host yang bisa digunakan

0-31 network 1
32-63 network 2
64-95 network 3
96-127 network 4
128-159 network 5
160-191 network 6
192-223 network 7
224-255 network 8

 > Mengerjakan tugas pka <


 

I.TEMUAN PERMASALAHAN DAN CARA PENYELESAIAN MASALAHNYA

Masih sering bingung dalam menghitung host 

solusi : Menghafalkan subnet setiap prefix supaya lebih cepat


J.REFERENSI

- Trainer
- Module netacad

A.PENDAHULUAN

a.Pengertian

- Router
router adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menentukan rute jalan dari sebuah data yang dikirim didalam jaringan. router berfungsi untuuk menghubungkan 2 atau lebih jaringan yang berbeda.

cara kerja router yaitu apabila ada paket datang dari suatu port , router akan membaca asal dan tujuan paket tersebut dan kemudian meneruskan paket tadi ke alamat tujuannya. namun apabila alamat ip tujuan paket tersebut belum terdaftar di routing table . maka router akan membuang paket tersebut .

- Header paket
sedangkan header paket adalah tanda pengenal dari sebuah data yang dikirim melalui jaringan komputer. misalnya , jika kita memesan barang secara online pastilah ada tanda pengenal di paket tersebut . seperti : nama pengirim, asal paket, tujuan paket dll. 

sama halnya dengan data yang dikirim melalui jaringan komputer, disetiap data tersebut juga memiliki tanda pengenal seperti memesan barang di dunia nyata. tanda pengenal tersebutlah yang disebut header.

- VLAN
kemudian vlan adalah kependekan dari virtual lan atau jaringan lan secara virtual. virtual lan digunakan untuk membagi broadcast domain. misalnya kita ingin membuat jaringan lan, maka kita membutuhkan 1 switch yang digunakan untuk 1 subnet lan. dan jika kita ingin membuat 2 jaringan lan , maka kita butuh 2 switch yang masing-masing switch tersebut memiliki subnet tersendiri.

namun untuk mengurangi biaya kita bisa membuat 2 atau lebih jaringan lan hanya dengan 1 switch . yaitu dengan menggunakan vlan atau virtual lan



b.Latar Belakang Masalah

setelah menyelesaikan exam module 1 -  4 , training dilanjutkan dengan module selanjutnya yaitu module 5 - 8. oleh karena itu training dilanjutkan dengan module 5 dan 6.

B.MAKSUD DAN TUJUAN

melanjutkan module selanjutnya , memahami cara kerja router, memahami apa itu header paket, memahami dan membuat vlan

C. BATASAN DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN


- apa itu router

- cara kerja router

- pengertian header paket

- pengertian vlan

- membuat vlan

D. TARGET DAN HASIL YANG DIHARAPKAN

dapat memahami cara kerja router, memahami apa itu header paket dan dapat membuat vlan

E.METODE PELAKSANAAN

- mendengarkan penjelasan dari trainer

- Bertanya

- membuat vlan seperti yang dicontohkan

F.ALAT DAN BAHAN

- laptop

- cisco packet tracer

G. TARGET WAKTU

21.00 - 03.00

H.TAHAPAN PELAKSANAAN


- apa itu router

router adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menentukan rute jalan dari sebuah data yang dikirim didalam jaringan. router berfungsi untuuk menghubungkan 2 atau lebih jaringan yang berbeda.

jadi tugas router dalam sebah jaringan adalah meneruskan paket ke alamat tujuannya. router sendiri berada di layer 3 osi layer yaitu network.



- cara kerja router

cara kerja router yaitu apabila ada paket datang dari suatu port , router akan membaca asal dan tujuan paket tersebut dan kemudian meneruskan paket tadi ke alamat tujuannya. namun apabila alamat ip tujuan paket tersebut belum terdaftar di routing table . maka router akan membuang paket tersebut .

tidak seperti switch yang apabila ada suatu paket dengan alamat tujuan yang tidak diketahui switch. maka switch akan mem-broadcast paket tersebut , alias mengirim paket tersebut ke semua port yang ada dan apabilaa ada port dengan alamat yang sesuai , barulah device akan menerima paket tadi.



- pengertian header paket

header paket bisa digambarkan seperti tanda pengenal dari sebuah paket yang dikirim melalui jaringan . jika diibaratkan surat. header adalah identitas surat tersebut. seperti asal pengirim, tujuan paket , dll.

ketika router atau switch menerima sebuah paket . yang mereka akan membaca header paket tersebut. kemudian barulah meneruskan paket tadi sesuai ke alamat tujuan pakeet tersebut



- pengertian vlan

vlan atau virtual lan adalah jaringan lan yang berbentuk virtual dan bukan fisikal. jadi kita bisa membuat jaring lan tanpa tambahan switch atau hub. dan hanya membutuhkan 1 switch saja. 

vlan berfungsi untuk membagi alamat broadcast domain sehingga router dapat membroadcast suatu paket secara bergiliran ke setiap vlan dan mengurangi kemacetan lalulintas jaringan.



- membuat vlan

untuk membuat vlan di cisco packet tracer kita membutuhkan 1 switch dan 6 pc. dan nantinya dari 6 pc tersebut akan ada 3 vlan yang setiap vlan terdiri dari 2 pc.

caranya :

- buat topologi dengan 1 switch dan 6 pc




- sambungkan pc ke switch dengan kabel straigth dan mengasih blok warna untuk membedakan antar vlan



- kemudian setting switch

- buka tab CLI

- buat vlan dengan memasukan command [  vlan 10  ], 

- kemudian buat tiga vlan yaitu vlan 10 , vlan 20 , vlan 30. dan mengasih name untuj perintahnya kalian bisa liat di gambar bawah ini




- kemudian masuk ke interface port pc 1 dan 2
- kemudian seting port tersebut supaya masuk ke vlan 10 dengan command [ switcport mode access ] kemudian [ switchport acces vlan 10 ].

- lakukan ke port 3 - 4 dan 5 - 6 . masukan port tersebut ke vlan 20 dan 30

- untuk mengecek apakah port sudah masuk ke vlan atau belum bisa dicek dengan command [  do show vlan brief  ].




I.TEMUAN PERMASALAHAN SERTA CARA PENYELESAIAN MASALAHNYA.

-

J.KESIMPULAN YANG DIDAPATKAN

vlan merupakan virtual lan yang artinya kita membuat jaringan lan namun secara virtual dan bukan fisikal.

K.REFERENSI


- training cisco



 


A.PENDAHULUAN

a.Pengertian

lab adalah sebutan ketika kita akan melakukan praktek. misalnya, kita mau nge-lab cisco packet tracer berarti kita mau praktek pakai aplikasi cisco packet tracer.


b.Latar Belakang Masalah

karena ada beberapa peserta yang belum lulus exam yang sebelumnya, kegiatan malam ini adalah remidi . dan bagi yang sudah selesai exam bisa ikut membantu trainer mengawasi peserta ujian.

setelah exam selesai barulah kita nge-lab di cisco packet tracer membuat topologi kita sendiri dan harus menyertakan wireless router


B.MAKSUD DAN TUJUAN

tujuan kita melakukan lab atau praktik di cisco packet tracer adalah sebagai simulasi kalau nanti kita pakai perangkat cisco yang sebenarnya


C. BATASAN DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN

- mengulang materi module 1 sampai 4

- exam module 1-4

- nge-lab di cisco packet tracer


D. TARGET DAN HASIL YANG DIHARAPKAN

- memahami materi yang disampaikan sebelumnya di module 1 - 4, 


E.METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

- mengerjakan exam dengan jujur

- melakukan lab di cosco packet tracer


F.ALAT DAN BAHAN

- laptop

- internet

- software cisco packet tracer


G.TAHAPAN PELAKSANAAN

- mengulang materi dari modul 1 - 4

- melaksanakan exam

- nge-lab di cisco packet tracer


H.TEMUAN PERMASALAHAN SERTA CARA PENYELESAIAN MASALAHNYA.

- masih ada yang remidi exam

- topologi masih belum jadi 100%


solusi :

- remidi lagi bagi yang nilainya dibawah kkm

- melanjutkkan membuat topologi


I.KESIMPULAN YANG DIDAPATKAN

melakukan praktek di cisco packet tracer sangat penting, agar kita dapat mengatasi perangkat cisco di dunia nyata


J.REFERENSI

- training cisco semalam

- nge-lab di packet tracer


K.TARGET WAKTU

21:00 - 03:00